The Power of Networking For Successfully (kehebatan dari jaringan bisnis untuk kesuksesan)

Apakah Anda pernah bermimpi untuk kaya secara cepat? Jika ya, hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil. Karena apabila Anda bermimpi, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu. Teruslah bermimpi dan bermimpi. Namun, jika Anda bermimpi tanpa melakukan suatu tindakan yang nyata, mimpi tersebut akan selamanya menjadi mimpi.

Salah satu untuk dapat mempercepat Anda mendapatkan kekayaan adalah dengan membaca buku. Lho, kok bukan dengan berbisnis? Eits, sabar-sabar. Kami pun memiliki alasan mengapa Anda harus membaca buku. Bukan buku novel ataupun novel stensilan, namun buku yang harus Anda baca salah satunya adalah “The Power of Networking” karya Dodi Marwadi dan Dani Miftahul Akhyar. Nama kedua ini adalah seorang direktur pemasaran salah satu provider terbesar di Indonesia, yaitu Smartfren.

Buku ini membahasa mengenai cara kita membangun relasi sehingga mengetahui cara mudah dapat uang. Tentu, bagi pengusaha, membangun relasi yang bagus adalah sesuatu yang menguntungkan. Dan, bagi Anda yang ingin menjadi kaya secara singkat tak boleh menganggap remeh hal ini. Dan, bila Anda adalah karyawan, membangun relasi dengan teman sejawat juga adalah hal yang wajib dilakukan. Bisa jadi, teman kerja Anda adalah orang yang membawa Anda menjadi jutawan. Berikut adalah isi dari buku The Power of Networking mengenai cara membangun relasi dengan teman kantor juga bagaimana survive dalam jabatan Anda tersebut.

  1. Pekerjaan atau tempat kerja tidak seperti yang diharapkan.

Jika Anda menemui hal ini, solusinya ada dua. Pertama, Anda harus menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Atau yang kedua, yaitu keluar dan mencari tempat kerja baru.

  1. Ketidaksesuaian antara pekerjaan dan karyawan.

Faktor ini bertentangan dengan formula umum, yaitu the right man on the right place. Ketidampuasan bisa terjadi jika kemampuan yang dimiliki karyawan tidak sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Seorang tukang las bisa dipastikan tidak akan bekerja dengan baik jika ditugaskan sebagai koki restoran. Seorang akuntan akan bingung jika ditempatkan di bagian pemsaran.

  1. Kurangnya coaching dan feedback

coachBanyak karyawan merasa kurang diarahkan oleh atasan mereka. Pengarahan seyogyanya dilakukan untuk memberikan pembekalan yang cukup bagi karyawan dalam melaksanakan tugas mereka dengan benar.

  1. Terlalu sedikit kesempatan mengembangkan diri.

Banyak karyawan berharap untuk mendapatkan kesempatan mengembangkan diri selama bekerja di sebuah perusahaan.

  1. Merasa tidak dihargai

Ada empat macam kebutuhan dasar manusia, yaitu kebutuhan untuk merasa kompeten, kebutuhan untuk dipercaya, kebutuhan untuk dihargai, dan kebutuhan untuk memiliki harapan.

  1. Stres karena beban kerja yang berlebihan sehingga hidupnya tidak seimbang.

Stres muncul dari tekanan yang bisa bersifat positif dan negatif. Stres yang bersifat positif biasanya akan berbentuk gairah kerja yang besar untuk mencapai target yang ditetapkan. Sementara stres yang negatif justru merupakan reaksi sebaliknya, bukan semangat yang muncul tetapi justru demotivasi yang bisa berakibat buruk pada kesehatan tubuh.

  1. Kehilangan kepercayaan oleh pemimpin

Seperti telah disebutkan di atas, kepercayaan adalah faktor penting dalam segala hal, termasuk bisnis. Seorang karyawan yang bisa dipercaya akan diberikan banyak kesempatan oleh atasannya untuk menangani berbagai tantangan dan kesempatan. Sebaliknya, karyawan yang tidak lagi bisa dipercaya, cenderung akan dibiarkan dan diabaikan.

Berikut tujuh wejangan dari buku The Power of Networking yang tentu dapat Anda ambil hikmahnya. Dapat dipercaya untuk memegang jabatan di kantor adalah sesuatu yang baik. Tentu, Anda dapat sebuah kredibilitas dan bisa pula Anda dipromosika oleh atasan bila Anda memiliki etos kerja yang baik. Dan, hal ini akan membuat Anda cepat menjadi kaya.

Dari sebuah penilitian yang dilakukan oleh Saratoga Institute Reserach pada tahun 2003, menyebutkan bahwa 89% manajer percaya karyawan mengundurkan diri karena masalah uang (gaji yang kurang). Sementara 11% manajer berpendapat karyawan keluar bukan karena faktor uang. Hasil riset terhadap karyawannya sendiri menunjukkan kenyataan yang berkebalikan, yaitu 88% karyawan memutuskan keluar karena faktor ninfinansial seperti suasana kerja yang tidak kondusif, tidak cocok dengan atasan, dan sebagainya. Sementara 12% menyatakan keluar karena masalah uang. Nah, tujuh wejangan di atas dapat Anda jadikan patokan dan mencari-cari cara agar masalah tersebut tidak menimpa Anda.